Museum Sejarah Tarakan: Saksi Bisu Pertempuran Minyak Terbesar di PD II

Museum Sejarah Tarakan

ymarkel.comMuseum Sejarah Tarakan (resmi bernama Museum Perjuangan dan Perminyakan Tarakan) adalah satu-satunya museum di Kalimantan Utara yang menceritakan dua kisah besar sekaligus: Pertempuran Tarakan 1945 (salah satu pertempuran terbesar di PD II setelah Normandy) dan awal mula industri minyak Indonesia.

Mengapa Tarakan Jadi Rebutan Jepang & Sekutu?

  • Cadangan minyak 1940-an: 500.000 barel/bulan (terbesar di Asia Tenggara waktu itu)
  • 1942: Jepang kuasai dalam 2 hari demi bahan bakar perang
  • 1 Mei – 23 Juni 1945: Sekutu (Australia + Belanda) serang Operasi Oboe 1 → 1.700 tentara Australia gugur, 1.200 Jepang tewas
  • Pertempuran ini jadi “Stalingrad-nya Pasifik”

Koleksi Wajib Lihat di Museum Sejarah Tarakan

Kategori Koleksi Unggulan Catatan
Perang Dunia II Meriam 75 mm Jepang, helm tentara Australia, bom asli Masih utuh & boleh foto
Foto Dokumentasi 200+ foto hitam-putih 1942–1945 Ada foto Bung Tomo & Jenderal MacArthur
Industri Perminyakan Pipa sumur minyak pertama (1911), alat bor BPMIGAS Sumur “Mathilda” yang diledakkan Belanda 1942
Diorama Rekonstruksi Pertempuran Bunyu & Juata 1945 Dilengkapi sound effect
Senjata Tradisional Dayak Mandau & perisai asli pejuang Tarakan Bonus sejarah pra-PD II

Info Praktis Kunjungan 2025

  • Alamat: Jl. Yos Sudarso, pusat kota Tarakan
  • Jam buka: Selasa–Minggu 09.00–16.00 WIB (Senin tutup)
  • Tiket masuk: Rp5.000 (dewasa), Rp2.000 (anak/pelajar)
  • Parkir gratis, ada mushola & kantin kecil
  • Tur berpemandu gratis setiap Sabtu jam 10.00 (daftar di tempat)

Tips Kunjungan Maksimal

  1. Datang pagi (sekitar jam 9) biar sepi & bisa foto puas
  2. Pakai sepatu nyaman – ada area outdoor dengan replika bunker Jepang
  3. Bawa botol minum – cuaca Tarakan panas banget
  4. Kombinasikan dengan kunjungi Monumen Juata & Sumur Minyak Mathilda (cuma 10 menit dari museum)

Museum Sejarah Tarakan bukan cuma tempat nostalgia, tapi bukti nyata bahwa kota kecil di ujung Kalimantan ini pernah jadi “kunci perang” yang menentukan jalannya Perang Pasifik. 1–2 jam di sini cukup bikin kamu pulang dengan rasa bangga jadi orang Indonesia.

14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 40