Pariwisata Eropa terus menghadapi tekanan karena lonjakan jumlah pengunjung internasional. Data menunjukkan peningkatan 5% pada kedatangan wisatawan internasional pada 2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu, menurut European Travel Commission, sementara situs-situs wisata populer dilaporkan sudah dipenuhi pengunjung sejak pukul 08.00. Gelombang pengunjung terlihat di sejumlah ikon wisata benua itu, termasuk Acropolis di Athena, Air Mancur Trevi di Roma, dan Vatikan. Kondisi panas musim panas dan perpindahan preferensi tujuan wisata membuat beberapa tempat mengalami antrean panjang, kerumunan di jalan, dan kereta yang penuh hingga penumpang berdiri di lorong.
Kapasitas tujuan wisata makin cepat mencapai batas
Pemandu tur dan konsultan perjalanan yang berbasis di Valencia memperingatkan bahwa industri saat ini “hitting max capacity earlier and earlier”. Ia menyebutkan bahwa tren kenaikan kunjungan telah berlangsung selama tiga tahun terakhir dan sekarang puncak kunjungan tercapai lebih dini dari musim-musim sebelumnya. Menurut pengamat tersebut, jumlah pengunjung yang melonjak membuat situasi menjadi “rather unsustainable” untuk beberapa kawasan. Ia juga menilai beberapa negara “not coping rather well” dengan peningkatan ini, sehingga layanan dan pengalaman wisatawan menjadi tertekan. Perusahaan ritel mewah Nero Line mencermati perubahan pola kedatangan wisatawan, menyatakan bahwa pekan puncak liburan terisi lebih awal dan ada “less room to move” dibandingkan musim sebelumnya. Perusahaan itu bahkan memperkirakan, “Spain is on course for 100 million international arrivals this year, the strongest summer in its modern tourism history,” dan menilai bahwa konflik di Timur Tengah yang mengalihkan sebagian pelancong dari tujuan seperti Turki, Siprus, atau Mesir mungkin turut mendorong lonjakan kunjungan ke Eropa.
Tumpukan wisatawan di situs ikonik dan transportasi
Rekaman yang beredar memperlihatkan kereta di Italia penuh hingga penumpang terpaksa berdiri saling berhimpitan. Di Roma, jalan-jalan di sekitar Air Mancur Trevi tampak macet oleh lautan orang. Vatikan juga mencatat antrean panjang di museum-museumnya, yang menjadi tujuan pencari pendinginan dari gelombang panas. Seorang wisatawan yang membagikan pengalamannya di media sosial menggambarkan kerumunan di Roma sebagai pengalaman yang “not for the weak”, bahkan menyampaikan bahwa mereka “almost died” saat berusaha menembus kerumunan. Di Athena, rekaman kunjungan ke Acropolis menunjukkan arus pengunjung sudah padat sejak pukul 08.00, ketika beberapa wisatawan mencoba datang lebih awal untuk menghindari kerumunan.
Protes anti-wisata dan langkah pembatasan
Lonjakan wisatawan juga memicu reaksi lokal di beberapa wilayah. Kepulauan Balearic, khususnya Mallorca, mencatat intensifikasi demonstrasi anti-turisme menjelang gerhana matahari total pada 12 Agustus; bagian utara Spanyol termasuk sedikit wilayah hotspot turis yang berada dalam jalur totalitas. Aksi protes di Mallorca melibatkan bentrokan demonstran dan polisi anti-huru-hara, dengan laporan bahwa satu orang pengunjuk rasa mengalami luka parah di kepala akibat bentrokan. Gambar demonstran menunjukkan spanduk bertuliskan “tourists go home”, “save Majorca”, dan “less tourism, more life”. Upaya pengendalian pengunjung juga diterapkan di titik-titik tertentu; misalnya, sejak Februari diberlakukan biaya €2 (£1.70) bagi pengunjung yang ingin melihat Air Mancur Trevi di luar jam puncak. Dampak dari lonjakan ini terasa pada kebijakan pengelolaan destinasi, layanan transportasi, dan pengalaman wisatawan sehari-hari. Para pelaku industri menilai perlu ada penyesuaian baik dari sisi kapasitas, distribusi kunjungan, maupun komunikasi dengan komunitas lokal agar pariwisata tetap memberikan manfaat tanpa mengorbankan kenyamanan penduduk dan pengunjung. Perkembangan situasi di lokasi-lokasi populer ini akan menjadi pengukur bagaimana negara-negara Eropa menyeimbangkan gairah pemulihan pariwisata dan kebutuhan pengelolaan kerumunan di musim puncak.